Senin, 25 Januari 2010

BAZ KOTA PALANGKA RAYA MENGIKUTI PELATIHAN NASIONAL SISTEM INFORMASI ZAKAT TERINTEGRASI

Jakarta, 21 Januari 2010. Sistem informasi zakat terintegrasi antara BAZNAS dan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) seluruh Indonesia merupakan salah satu prasyarat penting untuk terwujudnya pengelolaan zakat nasional yang transparan, akuntabel dan mudah diakses. Untuk itu BAZNAS menyelenggarakan Pelatihan Nasional Sistem Informasi Zakat Terintegrasi (SIMZAKI) mulai 21 sampai 22 Januari 2010 di Jakarta.

Pelatihan diikuti 75 peserta mewakili 30 BAZDA Provinsi dan BAZDA Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Pelatihan selain bertujuan memberikan pemahaman mengenai sistem zakat secara terintegrasi kepada BAZ Daerah, sekaligus untuk menyeragamkan sistem manajemen keuangan zakat berbasis ICT (Information and Commucitation Technology).

Dalam pelatihan dua hari yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum BAZNAS Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, M.Sc , para peserta diberikan materi; Urgensi Sistem Informasi Zakat (SIZ) dalam menjaga transparansi BAZ, pengenalan SIZ, Master Keuangan SIZ, Database Melalui SIZ, serta Implementasi SIZ.

Menurut Ketua Umum BAZNAS, awal tahun 2010 ini BAZNAS telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2010-2014 yang akan disinergikan pencapaiannya dengan BAZDA seluruh Indonesia. Dalam rangka itu BAZNAS meluncurkan tema program Nasional ialah ”Sinergitas Badan Amil Zakat Menuju Pelayanan Prima Pada Mustahik”.

Sinkroninasi Kebijakan Zakat Wakaf

Pemberdayaan pranata ekonomi umat khususnya zakat dan wakaf mendapat perhatian yang lebih besar dari Pemerintah. Hal itu disampaikan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, Ph.D ketika membuka Rapat Pengurus BAZNAS dalam rangka pembahasan dan pengesahan Renstra dan Rencana Kerja BAZNAS tahun 2010 (Rabu, 20 Januari).

Bahrul Hayat menandaskan, pentingnya sinkronisasi dan integrasi kebijakan Pemerintah dengan kebijakan dua institusi umat yang memiliki misi yang sama, yaitu zakat dan wakaf. Dengan demikian program-program yang dirancang akan satu nafas, sehingga sumber daya akan lebih efektif dan efisien, tegas Sekjen. Sesuai amanat undang-undang, Pemerintah membentuk Badan Amil Zakat (BAZ) mulai dari tingkat nasional sampai kabupaten/kota, sedang untuk pengembangan wakaf Pemerintah membentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI). Dua badan ini harus bersinergi

Renstra yang disusun BAZNAS, menurut Sekjen, bisa menjadi masukan bagi Kementerian Agama dalam pengembangan program pemberdayaan zakat. Pemerintah menjalankan fungsi regulasi dan pengawasan, sedangkan badan amil zakat menjalankan fungsi eksekusi dan operasi.

Mengenai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Badan Amil Zakat Nasional merupakan lembaga yang dibentuk melalui KEPPRES No. 8 Tahun 2001. Baznas memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) di tingkat nasional. BAZNAS mengkategorikan program pendayagunaan zakat dengan konsentrasi kegiatan pada: penyaluran bidang kesehatan (INDONESIA SEHAT), penyaluran bidang dakwah (INDONESIA TAQWA), penyaluran bidang kemanusiaan (INDONESIA PEDULI), penyaluran bidang ekonomi (INDONESIA MAKMUR), dan penyeluran bidang Pendidikan (INDONESIA CERDAS)

Rabu, 06 Januari 2010

KHITANAN MASAL OLEH DEPAG KOTA P. RAYA DAN BAZ KOTA P. RAYA TAHUN 2010

Sedikitnya 115 anak mengikuti khitanan masal yang digelar oleh Departemen Agama Kota P. Raya bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Kota P. Raya pada. Khitanan masal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Amala Bakti (HAB) Depag ke 64 tahun 2010.
Khitanan masal ini denga tema " Melalui Khitanan masal kita hidupkan sunnah Rasulullah SAW sebagai wujud kesetiakawanan sosial " itu dipusatkan diaula Kandepag Kota P. Raya, Selasa tanggal 5 Januari 2010.
Kepala Kantor Departemen Agama Kota Palangka Raya, Drs. H. Masrani Arsyad didampingi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf sekaligus Sekretaris II BAZ Kota P. Raya kepada Redaksi BAZ Kota menjelaskan, dalam rangka memeriahkan HAB Depag ke 64 kali ini, Depag Kota P. Raya menggelar serangkaian kegiatan antara lain jalan sehat yang diikuti 1400 orang peserta, bakti sosial yang dipusatkan di sekolah madrasah swasta dan khitanan masal bagi anak dari keluarga kurang mampu. dan kali ini khitanan masal bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Kota P. Raya.
"Syukur Alhamdulillah pada khitanan masal ini, tim dokter yang telah ditunjuk berhasil mengkhitan sekitar 115 anak dari beberapa kelurahan di Kota P. Raya. Mereka yang dikhitan diutamakan dari keluarga kurang mampu" ucap H. Masrani saat mendampingi Wakil Walikota P. Raya, H. Maryono, SHI memeriksa kegiatan khitanan masal.
Dilain tempat, Ketua Badan Amil Zakat Kota P. Raya Drs. H. Burhanuddin, MM melalui Sekretaris I BAZ Kota P. Raya Drs. H. Misbah, M. Ag, mengatakan bahwa Khitanan Massal merupakan program BAZ prioritas yang tujuannya adalah dalam rangka membantu warga Muslim yang kurang mampu. dan hal itu merupakan bagian dari Sunnah Rasul dan mengikuti Jejak nabi Ibrahim as. akan tetapi tanpa bantuan ataupun kerjasama ini maka program tersebut hanyalah diikuti kurang dari apa yang telah dicapai panitia HAB Depag tahun ini. kerjasama ini sangatlah membantu kami dalam menyalurkan Zakat, Infaq maupun Shadaqah yang telah terkumpul, lalu diadakannya kegiatan ini terlaksana berkat bantuan kita bersama utamanya dana ZIS yang telah terkumpul, sehingga amal para muzakki telah sampai dan diterima Allah SWT.

BAZ KOTA PALANGKA RAYA BANTU PENGUSAHA KECIL

Setelah memberikan bantuan beasiswa kepada pelajar berprestasi dari kalangan keluarga kurang mampu dibeberapa sekolah MI / SD, kali ini tanggal 26 Desember 2009 Badan Amil Zakat Kota P. Raya menyalurkan dana ZIS yang dilaksanakan di Musholla Kantor Depag Kota P. Raya, yaitu usaha pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan dana bergulir bagi pengusaha kecil.
Dana bergulir sebagai penguat modal usaha itu, menurut Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kandepag Kota P. Raya H. Muhdianor Hadi, S. Ag, dana tersebut diberikan kepada 25 pengusaha kecil dengan jumlah pinjaman masing-masing Rp. 1 Juta.
"Karena ini dana umat, maka mereka wajib mengembalikannya sesuai dengan ketentuan dan tidak dipungut bunga ataupun biaya administrasi," ucap H. Muhdianor Hadi, S. Ag yang juga sebagai Sekretaris II BAZ Kota P. Raya.
Dalam Sambutannya Muhdi berpesan, agar dana tersebut betul-betul digunakan untuk meningkatkan usaha, bukan untuk hal yang konsumtif. sehingga diharapkan ke depan para pengusaha kecil tersebut bukan lagi menjadi penerima bantuan, tapi menjadi yang memberikan bantuan kepada pengusaha kecil lainnya.
Pada kesempatan itu juga, Muhdi menjelaskan bahwa para pemohon bantuan dana tersebut telah melebihi 50 permohonan, namun keterbatasan dana anggaran maka baru 25 pemohon yang dikabulkan dan itu akan berlanjut berputar kepada pemohon yang selanjutnya.
Sementara itu Kepala Kantor Depag Kota P. Raya Drs. H. Masrani Arsyad melalui Kasubbag TU H. Zulis Sujiono, SE dalam sambutannya mengatakan, masih minimnya dana ZIS di BAZ Kota P. Raya, karena masih rendahnya kesadaran dan kepercayaan umat kepada BAZ, lalu ada kepercayaan bahwa menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah langsung kepada mustahiq jauh lebih afdhol daripada ke BAZ.
"ini jadi tugas kita bersama termasuk para penerima bantuan dana bergulir untuk meluruskan pendapat mereka itu keliru, selain itu juga tugas pengurus BAZ untuk memperbaiki manajemen agar kepercayaan para muzakki ataupun para dermawan juga membaik," ucapnya.
Pada kesempatan itu juga, Zulis meminta kepada para penerima bantuan untuk betul-betul bertanggung jawab, sehingga akan timbul kepercayaan baik dari pengurus BAZ maupun para pembayar zakat.

Jumat, 25 Desember 2009

TIADA KATA TERLAMBAT UNTUK MENGUCAPKAN RASA TERIMA KASIH...

Sebelumnya kami mengucapkan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya atas keterlambatan kami untuk menginformasikan hasil keseluruhan dari penerimaan selama bulan suci ramadhan 1430 H kemaren. Secara total kami sampaikan jumlah penerimaan adalah sebanyak Rp. 28.482.000,- dari beberapa penyetor seperti Kantor Dinas / SKPD seKota Palangka Raya, Sekolah-Sekolah seKota Palangka Raya, Para Jama'ah Calon Haji Kota Palangka Raya 1430 H, dan Masyarakat Muslim Kota Palangka Raya. Sebagai ucapan terima kasih kami, kami do'akan semoga para muzakki sekalian akan mendapatkan berkah dan pahala yang berlipat ganda atas apa yang telah di salurkan kepada kami BAZ Kota Palangka Raya. sebagai salah satu wujud kami dalam menerima amanah tersebut, kami akan melaksanakan pentasyarufan Bantuan Pinjaman Dana Bergulir bagi Pengusaha Kecil Kurang Mampu pada hari sabtu tanggal 26 Desember 2009 di Musholla Kantor Departemen Agama Kota Palangka Raya. Kedepan akan kami wujudkan juga salah satu program favorit orang tua yang memiliki anak laki - laki, yaitu SUNATAN MASSAL, maka pada saat pelakasanaan HARI AMAL BHAKTI DEPARTEMEN AGAMA KOTA PALANGKA RAYA 2010 nantinya akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

Senin, 30 November 2009

REFORMASI PEMIKIRAN KAUM DHUAFA

Perekonomian kita secara umum dikatakan terpuruk. Namun ternyata ini hanya dirasakan oleh masyarakat kecil, masyarakat miskin, atau menengah. Merekalah yang setiap hari kebingungan mencari pemenuhan kebutuhan pokok. Pangan, sandang dan papan. Meskipun banyak diantara mereka yang tidak menyadari bahwa mereka tergolong masyarakat miskin, mengingat hidup pas-pasan atau kekurangan demikian telah membiasa. Tidak dipungkiri bahwa disekitar kita banyak yang hidupnya sangat jauh dari kita. Kalau hanya sekedar untuk makan mungkin mereka tidak begitu masalah, namun ketika harus membiayai sekolah anak-anaknya, ketika harus menanggung biaya pengobatan rumah sakit, mereka sangat sulit memenuhinya. Saat seperti demikian baru menyadarkan bahwa mereka termasuk katagori miskin. Pola pikir mereka yang demikian ini sangat perlu kita perhatikan dan kita upayakan untuk diperbaiki. Apabila masyarakat yang demikian ini tidak kita pikirkan dan diupayakan untuk sadar dan kemudian berjuang untuk melepaskan diri dari kemiskinan, maka tidak mustahil generasinya juga akan punya pola pikir yang sama, sehingga tidak akan pernah terjadi peningkatan kualitas ekonominya.
Keadaan masyarakat yang seperti ini terjadi pula di kampung kita, di lingkungan kita, di daerah kita. Siapa yang harus melakukan pembenahan ini? Tidak ada lain kecuali kita sendiri. Salah satu cara yang dituntunkan dalam Islam adalah dengan mengoptimalkan sedekah, infaq, ataupun shadaqoh. Kata mengoptimalkan mempunyai makna menyadarkan keseluruhan umat agar senang, rutin, dan konsisten. Apabila sodaqoh ini distribusinya dikoordinir secara benar dan profesional, maka, bukan tidak mungkin kemiskinan segera dapat dientaskan dan diselesaikan. Terdapat perilaku yang salah di masyarakat kita. Justru dengan kondisi kemiskinan yang sedemikian terasa, banyak oknum yang memanfaatkan kesempitan ini. Banyak sekali bank-bank keluarga, bank-bank pribadi (rentenir) yang menjadikan orang miskin sebagai nasabah. Namun sangat ironis, dalam kondisi kemiskinan yang menghimpit justru pinjaman dikenakan bunga yang cukup fantastik. 10% perbulan, sehingga kalau dihitung pertahun jatuhnya 120%. Bunga inilah yang dinamai riba. Orang miskin telah kekurangan dan dirundung kesulitan. Bunga seberapapun akan diiyakan karena sangat membutuhkan, misal demi terbayarnya pengobatan di rumah sakit, demi dapat memberi makan keluarga, demi diterimanya anak sebagai pegawai negeri, TNI/POLRI, atau karyawan perusahaan. Ketika pada saatnya harus melunasi dalam 3 bulan, dia belum bisa, bunga yang harus dibayarkan dijadikan pokok pinjaman lagi, hingga dalam 1 tahun, pokok pinjaman bisa dua kali lipat. Kondisi ini akan semakin menyengsarakan mereka. Apakah tidak lebih baik jika mereka bukan diberi pinjaman yang tidak berbunga atau bahkan diberi sedekah sebagai bentuk bantuan pada mereka?
Dalam program BAZDA Kota Palangka Raya, ada tercantum program yang berusaha pengentasan kemiskinan lewat diluncurkanya bantuan Dana Bergulir – tanpa bunga – tanpa jaminan, sehingga harapan kedepan kaum dhuafa – masyarakat kecil dapat terbantu dan berkurang beban yang mereka derita dan terhindar dari praktek-praktek riba..
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (Albaqoroh 28), Allah telah memberi peringatan pada kita dengan firmannya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman (Albakoroh 278). Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (Al Baqoroh 279).
Kita perlu renungkan kembali, meminjamkan uang dengan membungakan (riba), disamping menyengsarakan peminjam, sebenarnya tidak menambah kekayaan si empunya uang namun justru malah akan menyusutkan kekayaan mereka di sisi Allah. Sebaliknya pemberian zakat akan melipat gandakan pahala dari Allah, bahkan pahala yang berupa materi beberapa saat kemudian setelah proses zakat selesai.
Kesadaran masyarakat akan berzakat/bersedekah perlu juga kita tingkatkan sehingga pemasukan yang dialami BAZDA Kota Palangka Raya dapat bertambah dan dapat pula program-program yang telah dicanangkan dapat berjalan seperti Bantuan bagi Muallaf, Musyafir, Bea Siswa Miskin, Sosial Keagamaan – Bea Pengobatan Masyarakat Miskin, dan lain sebagainya, maka tujuan utama upaya pengentasan kemiskinan masyarakat Kota Palangka Raya dapat teratasi.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.(Al Hadid 18). Oleh karena itu Allah telah menjamin tidak akan menjadi miskin orang yang bersedekah.
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Amujaadillah 13)
Maka kita renungkan kembali saudara-saudara kita tetangga kanan kiri kita yang nasibnya masih belum seberuntung kita, untuk tidak menambah beban mereka tetapi bagaimana kita ikut andil dalam mengatasi masalah ekonomi mereka, meskipun hanya berupa ide atau advis, dengan mengunjungi blog kami di www.bazkotapalangkaraya.blogspot.com dan facebook kami di bazkotapalangkaraya@gmail.com atau ke LAYANAN JEMPUT ZAKAT DI 0536-3385319. mari kita tetap berupaya dan berdoa agar kita dihindarkan dari membebani orang lain dengan menerapkan bunga pada orang-orang yang kita bantu. Kita hindarkan riba, kita galakkan zakat dan sedekah, Insya Allah kita akan termasuk orang-orang yang beruntung.

Selasa, 20 Oktober 2009

KASUBDIT ZAKAT DEPARTEMEN AGAMA RI BERKUNJUNG KE KALTENG

Ahlan Wasahlan... Pak Kasubdit... di Kota Cantik Palangka Raya...
Bertepatan sehari setelah pelantikan bapak Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yodhoyono dan Wakil Presiden Bapak Boediono, hari ini Rabu tanggal 21 Oktober 2009, Penyelenggara Zakat dan Wakaf serta Sekretariat Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya kedatangan tamu istimewa dari Departemen Agama Pusat yaitu Bapak Kasubdit Zakat - Bapak Ishbir. Kunjungan beliau kali ini tidak hanya ke Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kandepag Kota Palangka Raya dan Sekretariat BAZ Kota Palangka Raya saja, akan tetapi juga sebelumnya beliau juga mengunjungi Bidang HAZAWA Kanwil Depag Prov. Kalteng dan BAZDA Provinsi Kalimantan Tengah.
Beliau banyak memberikan masukan kepada kami tentang bagaimana pengelolaan zakat yang profesional dan memberikan semangat kepada segenap pengurus BAZ Kota Palangka Raya untuk bekerja lebih giat lagi sehingga apa yang telah diupayakan sebelumnya menjadikan BAZ Kota Palangka Raya ini sebagai wadah pengumpulan yang resmi didukung oleh pemerintah - sukses dan maju.
Kedepan diharapkan juga oleh Kasubdit bahwa perlu diadakannya inovasi-inovasi / gebrakan yang dahsyat sehingga baik itu pengumpulan maupun pendayagunaan zakat, infaq maupun shadaqah dapat menghasilkan titik yang memuaskan dan semoga dapat membantu usaha pengentasan kemiskinan, utamanya warga muslim Kota Palangka Raya.

Kamis, 08 Oktober 2009

KESADARAN DAN KEIKHLASAN JAMA'AH HAJI KOTA PALANGKA RAYA

Baru-baru ini Pengurus Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya mengadakan pengumpulan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah bagi para jama'ah calon haji Kota Palangka Raya tahun 2009 di Asrama Haji Palangka Raya, yang bertepatan dengan pelaksanaan Program Pembelajaran Manasik Haji bagi calon jama'ah haji yang akan berangkat ke tanah suci mekkah pada tanggal 27 - 28 Oktober 2009 mendatang.
Dari pengumpulan tersebut telah terkumpul sejumlah perolehan sebesar Rp. 6.520.000,-. perolehan ini akan kami salurkan kepada yang berhak, sebagaimana program Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya laksanakan selama ini.
Kami segenap Pengurus badan Amil Zakat Kota Palangka Raya, mengucapkan banyak terima kasih. Kami do'akan semoga para jama'ah sekalian mendapatkan kesehatan, kekuatan, ketabahan dan keikhlasan yang berlipat ganda, serta mendapatkan haji yang mabrur...

BAZDA KOTA PALANGKA RAYA

BAZDA KOTA PALANGKA RAYA
LOGO BAZ KOTA PLKR

WUJUD PERHATIAN SEKRETARIS II BAZ KOTA P. RAYA

WUJUD PERHATIAN SEKRETARIS II BAZ KOTA P. RAYA

FOTO BARENG ACARA DANA BERGULIR 2009

FOTO BARENG ACARA DANA BERGULIR 2009